Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan

Mengapa Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Dibutuhkan? (1)

Saya bertemu dengannya beberapa kali diujung masa hidupnya beberapa tahun yang lalu. Usianya sekitar pertengahan tiga puluhan. Saya tak tahu siapa dia, siapa namanya dan darimana asalnya.Saya juga tak tahu dimana tempat tinggalnya. Yang saya tahu, di bulan puasa di tahun 2001 itu dia bekerja dengan sedikit pamrih, membersihkan setiap anak tangga penyeberangan di depan Pasar Festival, Kuningan-Jakarta. Saya bertemu dengannya beberapa kali diujung masa hidupnya beberapa tahun yang lalu. Usianya sekitar pertengahan tiga puluhan. Saya tak tahu siapa dia, siapa namanya dan darimana asalnya.Saya juga tak tahu dimana tempat tinggalnya. Yang saya tahu, di bulan puasa di tahun 2001 itu dia bekerja dengan sedikit pamrih, membersihkan setiap anak tangga penyeberangan di depan Pasar Festival, Kuningan-Jakarta.

Dengan bermodalkan seikat sapu lidi kecil yang amat butut dia menjual jasanya, tanpa perjanjian, tanpa kejelasan status, tanpa peduli, dan barangkali cuma peduli pada sejumput harap dan belas kasih pengguna jembatan penyeberangan itu. Sekali lagi saya tak tahu siapa namanya, tapi yang juga saya tahu adalah kedua kakinya telah diamputasi sampai setinggi lutut, sehingga ia berjalan dengan kedua lutut cacat itu.

Secara iseng saya menghitung anak tangga itu.Jumlahnya ada 44 anak tangga. Dari anak tangga terbawah sampai anak tangga yang teratas itu, ia menyapu setiap anak tangga dengan susah payah dan tertatih-tatih karena handicap nya itu. Pada ujung anak tangga yang terakhir itu ia letakkan sebuah kaleng berkarat bekas margarine yang diharapkannya sebagai tempat menaruh recehan. Sebagian orang memberi recehan itu atas imbalan upayanya membuat nyaman pengguna jembatan penyeberangan. Barangkali sebagian orang lain memberikannya karena iba atas penampilan fisiknya.

Saya bertemu dengannya sebanyak tiga kali dalam tiga hari berturut-turut dalam bulan puasa yang terik itu. Pada hari keempat saya melintas di jembatan penyeberangan itu saya tidak melihatnya lagi. Antara iseng dan penasaran saya menanyakannya pada penjual rokok yang mangkal didekat jembatan penyeberangan itu. Jawabannya membuat saya iba. Sore sebelumnya, dalam hujan yang lebat, si penyapu tangga itu terpeleset dari anak tangga tertinggi, berguling-guling dan mendapat luka parah pada bagian kepalanya.Tanpa sempat dibawa ke Rumah Sakit yang ada dekat lokasi itu, beberapa orang yang merubungnya membopongnya ke gubuknya tak jauh dari situ.

Saya tak ingin berandai-andai, tapi peluang untk sembuh, betapapun kecilnya, tentulah ada bila seorang penderita,bagaimanapun parahnya, dapat bersentuhan dengan pelayanan kesehatan. Sesungguhnya tidak ada warganegara kelas dua di republik ini, akan tetapi ketiadaan biaya pengobatan menyebabkan ia dipasrahkan untuk untuk menongsong ajal di gubuknya. Sungguh, saya tidak bermaksud menjual iklan dengan membeli emosi saudara. Saya juga tidak ada niatan sama sekali untuk menjual kepapaan. Barangkali saya terlalu mendramatisir, tapi saya amat percaya bahwa cerita seperti itu, dengan dimensi dan derajat serta lakon yang berbeda terjadi setiap saat di sekitar kita. Intinya, sistim pembiayaan pelayanan kesehatan kita yang masih dilakukan secara langsung dan tunai, seringkali menghambat akses masyarakat teradap pelayanan kesehatan yang mahal.

Keadaan ini secara tidak sadar telah menempatkan pelayanan kesehatan pada suatu tingkat eksklusivitas tertentu. Hal ini sering dinyatakan tidak "fair " karena pelayanan kesehatan seharusnya merupakan hak dasar yang dimiliki setiap individu, bukan menempatkan mereka yang mampu saja yang dapat menjangkau pelayanan kesehatan. Karakteristik kebutuhan pelayanan kesehatan yang "uncertainty" (ketidak pastian) seharusnya bisa menjadi pasti dengan perlindungan sistim jaminan pemeliharaan kesehatan.

Sistim pembiayaan tunai individu yang tidak adil seperti itu tidak dapat dipertahankan karena risiko pembiayaan pelayanan kesehatan pada tingkat tertentu tidak mungkin dapat diatasi oleh rata-rata masyarakat. Itulah sebabnya penggalangan solidaritas sosial kelompok masyarakat melalui sistim penjaminan pemeliharaan kesehatan menjadi kebutuhan, ketika biaya pelayanan kesehatan sudah sampai pada tingkat yang membahayakan akses rat-rata masyarakat.

Dengan cara penjaminan, setiap individu akan membayar biaya pelayanan kesehatannya dalam bentuk premi yang dibayar setiap bulannya. Besaran premi yang diperhitungkan secara cermat sebagai upaya memindahkan resiko sakit kepada bentuk biaya tentu relatif kecil bila dibandingkan biaya pelayanan kesehatan secara insidentil. Juga dalam prinsip asuransi ini merubah ketidak pastian kepada sesuatu yang lebih pasti.

Bentuk kegotong royongan seperti itu, akan membuat akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan menjadi lebih rasional. Kebutuhan pelayanan kesehatan dasar dengan demikian tidak lagi bergantung pada berapa banyak uang yang ada di saku.

Mungkinkah hal itu direalisasikan? Upaya-upaya dan langkah yang sedang dilakukan hari-hari ini pada tingkat pengambilan kebijakan, memberikan harapan akan terwujudnya hal itu.

Comments  

 
-1 #12 aeni rahmadani 2015-07-24 14:02
Tentulah sangat di butuhkan,contoh kecilnya dengan Hiburan ....
Quote
 
 
+1 #11 munir88 2015-07-13 23:29 Quote
 
 
+1 #10 Hilya Aulia 2015-05-16 23:25
Artikel yang sangat menarik

nama bayi perempuan
Quote
 
 
+1 #9 yusup 2015-03-26 18:23 Quote
 
 
-1 #8 Hilya Aulia 2015-03-12 21:19 Quote
 
 
-1 #7 kirigaya 2015-03-06 14:31
Freedom of expression is like the air we breathe, we don't feel it, until people take it away from us.
[URL="http://caramenyembuhka nvertigoo.blogspot.com/"]Cara menyembuhkan vertigo[/URL]
[URL="http://obatsakittipesm ujarab.blogspot.com/"]Obat sakit tipes mujarab[/URL]
[URL="http://obatpenurundara htinggialami.web.id/"]Obat herbal alami darah tinggi[/URL]
[URL="http://obatbatukkering dangatalalami.com/obat-batuk-berdahak-alami-untuk-anak-kecil/"]Obat batuk berdahak untuk anak kecil[/URL]
Quote
 
 
+1 #6 yusup 2015-01-19 18:17
semoga bermanfaat pangeursa
Quote
 
 
-1 #5 jonimarkus 2014-12-16 22:33
mungkin diperlukan tindakan preventif dari pemeerintahan jokowi sekarang, karena menjaga tubuh tetap sehat dengan menjalankan tips sehat jauh lebih penting dari pada pengobatan gratis
Quote
 
 
-1 #4 bambang suratmo 2014-11-27 13:09
wah bermanfaat pengrajinkarpet.com/karpet-bulu-sleting-hello-kitty-pelangi/ sekali infonya terima kasih
Quote
 
 
-1 #3 fazi 2013-11-29 00:09
tentu, sangat dibutuhkan harga hp
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Aplikasi Jamkesmas

Opini

Yayasan Kalla dan FKM UMI Kerjasama Tingkatkan Kesehatan Masyarakat


Silaturahmi tersebut disertakan dengan kesepakatan menjalin kerjasama dalam bidang pendampingan peningkatan kesehatan masyarakat.  Silaturahim antara kedua belah pihak, dilakukan harga sepatu nike di Ruang Rapat Senat FKM UMI. Dan dihadiri langsung Koordinator Yayasan Kalla Syamril, ST, M.Pd dan Wakil Dekan III FKM UMI Surahman Batara. "Pertemuan kami ini untuk menjalin kerjasama dalam memban...   Read more

Oleh: , 23 Agt 2016.

BPJS Kesehatan Buka Lowongan Kerja, Ini Persyaratannya


Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) akan buka lowongan kerja untuk sebagian posisi.BUMN ini buka lowongan untuk dokter serta perawat dengan umur optimal 32 th. untuk dokter umum, serta 25 th. untuk keperawatan. Diluar itu, ucapan selamat malam ada pula syarat-syarat lain yang perlu ditempuh beberapa calon pelamar di BUMN yang dahulu bernama PT Asuransi Kesehatan (Askes) i...   Read more

Oleh: , 20 Agt 2016.

Ini Dia Tugas Penting Tenaga Kesehatan Puskesmas


Tenaga kesehatan di puskesmas tak hanya bertugas mengobati orang sakit (kuratif) dan merawatnya agar sembuh (rehabilitatif). Tugasnya tak terbatas pada layanan di dalam puskesmas saja. Yang perlu diperhatikan, di luar puskesmas justru banyak komunitas masyarakat.“Misalnya, kita mengetahui seseorang mengidap TB di wilayah kita. Apakah kita hanya mengobati saja, tanpa kita pikirkan bagaimana l...   Read more

Oleh: , 18 Agt 2016.

Kesehatan Jantung Anak Penting Diperhatikan


Bayi umumnya lahir dengan jantung yang sehat. Sehat saja tidak cukup. Pasalnya kesehatan penting untuk dijaga hingga tumbuh nama bayi kembangnya sempurna di kemudian hari. Khusus untuk anak-anak, menjaga kesehatan jantung dianggap penting.Selama ini, kesehatan jantung anak justru kurang dijaga. Kesehatan jantung dapat dijaga mulai dari memperhatikan berat badan yang berhubungan dengan indeks massa...   Read more

Oleh: , 17 Agt 2016.

Memaknai Kemerdekaan Dengan Terwujudnya Cakupan Semesta Jaminan Kesehatan Nasion


Tanggal 17 Agutsus 1945 adalah arti bersejarah untuk bangsa Indonesia, lantaran sudah dinyatakannya Bangsa Indonesia bebas dari penjajahan. Demikian besar layanan pahlawan-pahlawan kita untuk membebaskan Indonesia dari kekangan penjajah.Kemerdekaan bermakna Indonesia mempunyai hak untuk mengatur semua bentuk masalah negara tidak ada intervensi dari negara lain. Indonesia mempunyai Jaminan Kesehata...   Read more

Oleh: , 17 Agt 2016.

Poling

Menurut anda, dengan penggunaan software INA DRG, apakah masih ada penyimpangan klaim?




Results

Produk Peraturan

Surat Edaran Menteri Kesehatan Tentang Penggunaan Database Kepesertaan Program Jamkesmas

Lihat semua Surat Edaran

Agenda

August 2016
S M T W T F S
31 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3

Tamu Online

We have 386 guests online

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini2767
mod_vvisit_counterKemarin9533
mod_vvisit_counterMinggu ini20785
mod_vvisit_counterMinggu Kemarin89529
mod_vvisit_counterBulan ini401549
mod_vvisit_counterBulan Kemarin398949
mod_vvisit_counterKeseluruhan22848189